Melayani Pasien Kusta, Menemani Anak Belajar


Pelayanan penderita kusta bersifat integral. Integral berarti menyentuh segala aspek dan melibatkan semua pihak. Kesadaran integralitas pelayanan itu hanya akan terjadi kalau pelayan memiliki hati, kepekaan dan kepedulian pada kondisi pasien dan sosial masyarakat yang ada.
Pagi ini, 2 Maret 2021 di pendopo klinik Vincentius Batas Batu – Mumugu, tampak aktivitas yang unik. Aktivitas pertama yaitu seorang anak perempua Glaudia Nemse dengan selembar kertas putih dan satu pena duduk menghadap mading sambil mengamati gambar dan mosaik yang tertempel di papan. Glaudia mengamati gambar dan mencoba menggambarnya kembali dengan penah ditangan pada kertas di depannya. Setalah Glaudia menggambar, ia menunggu perawat kusta Ariyanti yang baru saja pulang mengantar makanan dan obat untuk orang kusta dari rumah ke rumah. Perawat mendampingi Glaudia sambil melihat hasil menggambarnya.
Glaudia sudah menyelesaikan tugasnya menggambar. Perawat Ariyanti mengajak Galudia berpindah tempat sambil memberikan lem dan biji buah merah kepada Glaudia. Ariyanti membantu memberi contoh bagaimana menempelkan dan membentuk mosaik biji buah merah pada gambar yang sudah dibuat Glaudia. Glaudia selanjutnya meniru dan melanjutkan kegiatan menempel seperti yang dicontohkan perawat.
Pengalaman dan apa yang dilakukan oleh Galudia dan Ariyanti merupakan polah pembelajaran dan pendampingan yang holistik. Belajar tidak mengenal ruang dan waktu, melayani tidak terbatas pada orang kusta, pasien umum. Pelayanan seluas realitas, keterlibatan sedalam penderitaan. (Hen-YASA).