YASA BERJEJARING DALAM PROGRAM PoV BERSAMA WWF PAPUA


Dewasa ini banyak NGO ditingkat nasional maupun internasional menyadari bahwa mereka tidak bisa bekerja sendiri dan langsung di basis seperti dahulu. Mereka menyadari bahwa pola kerja seperti itu tidak efektif dan benefit untuk basis atau masyarakat; yang ada mungkin kegagalan. Kesadaran akan adanya Lembaga dan NGO lokal yang potensial dalam penanganan issue-issue lokal dalam file mereka sudah lama ada. Namun selama ini, kesedaran itu tidak menjadi suatu gerekan bersama pada basis dengan issue yang sama. WWF Indonesia dan khususnya WWF Papua mulai keluar dari pola-pola lama dengan melirik NGO lokal yang potensial dalam berjejaring, bermitra demi penguatan basis yang dalam hal ini komunitas-komunitas asli Papua.
Membuka dari, mengajak terlibat dan berbagi peran dan tanggung jawab dengan NGO lokal telah mendorong WWF Papua menyelenggarakan Lokakarya selama tiga (3) hari di Sani Garden Lake Hotel dan Resto Sentani dari tanggal 8 – 10 Maret 2021. Hadir dalam kesempatan ini adalah utusan WWF Indonesia, WWF Papua, Mirtra lokal yang potensial sebagai CSO atau CBO dan mitra lokal yang dapat terlibat dalam berbagai dan bagi peran sesuai dengan bidang dan kapastias masing-masing. NGO lokal yang diundang hadir dalam lokakarya ini sebanyak 15 lembaga diluar WWF Indonesia dan WWF Papua. Yayasan Alfons Suwada Asmat (YASA) menjadi salah satu lembaga yang diundang dan hadir dalam lokakarya; diwakili langsung oleh pimpinan YASA (P. Hendrikus Hada, Pr).
WWF Papua melakukan lokakarya ini untuk memperkenalkan Program Power of Voice (PoV) dengan skema sub grant yang akan melibatkan NGO lokal. Tujuan kegiatan ini agar peserta dan lembaga (CSO, CBO) memiliki pemahaman dan konsep yang sama tantang Program PoV dan pada akhirnya setiap lembaga diberi kesempatan berdasarkan ruang bidang issue program PoV dapat terlibat dan mengakses program yang ada. Ada empat issue yang menjadi perhatian program PoV : 1) Ketahanan pangan, 2) Gender, 3) HAKI dan Pendidikan Berbasis Lingkungan, 4) Registrasi Wilayah adat. Program PoV dengan keempat issue yang ada akan dijalankan di Wilayah Papua dan Papua Barat. Untuk wilayah Papua, Salah satu area program akan dijalankan di Asmat khususnya di kampung-kampung penyangga taman Lorens.
Berdasarkan hasil assessment dan due diligent yang telah dilakukan oleh WWF, YASA direkomendasikan menjadi COS penerima sub grant dalam program PoV di Asmat. Harapannya adalah semoga kepercayaan dan kerjasama ini sungguh bermanfaat bagi komunitas adat/asli dimana program ini dijalankan. Masyarakat dampingan semakin berdaya dalam mengelola diri, hidup, alam dan semua yang ada disekitarnya. Kerja jaringan yang semkain kuat dan sinergis, akan juga berdampak pada advokasi bersama terhadap perubahan kebijakan yang sungguh berpihak pada masyarakat dan masalah perubahan iklim. (YASA-Hen)