KURANG PENDAMPINGAN : ORANG MUDA RENTAN HIV/AIDS


Mengawali kegiatan pada awal tahun ini, tepatnya pada tanggal, 28 Januari 2021, team YASA (Pastor Hendrik Pr, Pa Hans Kelen, Ibu Kondrada) melakukan sosialisasi tentang Penyebaran Penyakit HIV/AIDS di paroki St. Silvia Yamas-Yeni Keuskupan Agats.
Kegiatan sosialisasi ini diseleggarakan atas undangan panitia dan pastor Paroki, Pst. Lorens Kupea,Pr. pada kegiatan pekan OMK paroki di wilayah itu.

Dalam kegiatan sosialisasi itu team Yasa deberikan kesempatan selama 2×45 menit untuk membawah materi tentang Hiv/aids. Dengan waktu yang relatif singkat team berusaha memanfatkan waktu seefektif mungkin agar semua pesan (iformasi dan pengetahuan) seputar Hiv/aids dapat sampai kepada para peserta yang hadir.

Dengan metode dialog inter aktif serta visualisasi media, team Yasa mampu menarik perhatian peserta dalam pertemuan. Dalam gaya bahasa yang ‘kocak’ sederhana dan lugas dengan ‘rasa’ orang mudah maka susana pertemuan siang itu menjadi lebih segar akrab dan bersahabat.
Seluruh dinamika pebahasan itu dipandu oleh Hans Kelen dan Kondrada Tanggurap.
Dari proses dinamika itu dapat disimpulkan bahwa:

  1. Orang mudah dan masyarakat pada umumnya belum mempunyai pengetahuan yang baik dan benar tentang masalah HIV / AIDS karena kurangnya informasi dan SDM yang rendah.
  2. Faktor ekonomi sebagai salah satu pemicu menyebaranya HIV/ AIDS
  3. Kurangnya pendampingan terhadap kelompok kaum mudah dan keluarga.

Sebagai kesimpulan dan penutup dari seluruh rangkaian materi sosialisasi ini Pst. Hendrikus Hada,Pr (direktur Yasa) menyampaikan beberapa hal sebagai pesan moral dalam perspektif iman kristen Katolik dalam membangun keluarga-keluarga di masa depan. Sebagi anggota Gereja Katolik dan warga negara, orang mudah adalah tulang punggung dan masa depan gereja dan negara. Oleh karena orang mudah perluh membangun kehidupan keluarga dengan merawat dan menjaga kesehatan yang baik.

Sebagai penutup kegiatan seluruh peserta diminta menggulangi lagi sebuah jel sebagai pernyataan sikap dalam menolak dan melawan penyebaran virus HIV/ AIDS dengan menjaga diri, kelurga dan saling setia dengan pasangan hidup. (Han & Koni -Agats, Februari 2021)