Up Date Data ODHA Asmat dan Terbatasnya Pasien Konsumsi ARV

Pa Leo (Staff YASA) berdikusi bersama Kepala Kampung Hom-Hom

Team HIV/AIDS – Yayasan Alfonse Suwada – Asmat mengunjungi penderita HIV/AIDS (ODHA) di sekitar kota Agats, Kab. Asmat, Papua (Selasa, 15 Maret 2022). Kunjungan tersebut untuk mengetahui jumlah dan status pasien HIV/AIDS di kota Agats.

Team yang terbagi dalam dua kelompok ini langsung memulai kegiatan survey lapangan dengan lokasi perdana yang berada di wilayah Muyu Kecil- Jl. Ayam Kecil dan daerah Cemnes- Agats. “Pemilihan tempat ini berdasarkan persentase keberadaan pasien dan alamat yang ada dalam database”.

Target ODHA yang mau dukunjungi sebanyak 47 orang.  Dari target yang ada Team berhasil menemukan ODHA dengan data sebagai berikut: Pasien yang berhasil ditemui: 5 orang, Pasien yang tidak bisa ditemui: 23 orang, Pasien yang lancar ARV: 2 orang, Pasien yang Putus ARV: 14 orang, pasien yang telah meninggal: 5 orang, Pasien yang sudah pindah alamat 11 orang. 

Volunteers (Pa Erol dan Ibu Koni) bersama seorang ODHA

 Kegiatan Update Data ODHA dilaksanakan selama kurun waktu satu bulan. Banyak pengalaman sulit mewarnai kegiatan tersebut. Ada kesulitan untuk menemui pasien, sebagai akibat dari data diri pasien yang tidak jelas [nama dan alamat] bahkan ada pasien yang dengan sengaja menutup identitas dirinya.   Ada pasien yang bisa ditemui karena alamatnya jelas. Ada pasien yang setelah ditemui diperoleh data bahwa pasien tersebut telah putus minum obat ARV sebagai akibat dari sikap malas/masa bodoh, takut ketahuan penyakitnya, tempat tinggalnya jauh dari Rumah Sakit atau Puskesmas, bahkan ada kesan pasien ditinggalkan oleh petugas [petugas tidak proaktif]. Ada 2 orang pasien yang lancar minum obat ARV. Mereka terlihat /tampak sehat. Hal itu sebagai akibat dari adanya kesadaran dari pasien akan penyakitnya, ada itikad baik untuk mau sembuh dan ada sikap terbuka dan proaktip untuk berobat. Team juga menemukan pasien ODHA yang sudah meninggal dunia sebagai dampak dari gisi buruk, Putus ARV dan komplikasi dari berbagai macam penyakit. Ada pula pasien yang sudah pindah alamat keluar daerah Asmat.  Tidak hanya itu dalam hal komunikasi, baik dengan pasien maupun keluarganya, terkesan pasien dan anggota menutupi identitas diri dan penyakit yang dialaminya.

Pa Leo bersama ODHA dan keluarga

 Hasil survey ini diharapkan akan membantu YASA untuk menentukan kebijakan yang sungguh menyentuh mereka yang menderita, khususnya penderita HIV/AIDS di kota Agats dan sekitarnya. Lebih jauh data yang ada dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan dan penentuan kebijakan pelayanan lebih lanjut dan menjadi bahan dasar untuk membangun diskusi dengan pihak-pihak terkait. Pertanyaannya adalah sejauhmana peran lembaga-lembaga seperti Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat, RSUD Agats, KPAD Asmat dan lembaga-lembaga Swadaya masyarakat bisa mengambil langkah bersama untuk mengatasi gunung es Virus HIV/AIDS yang saat ini berada pada tingkat resiko penularan yang tinggi ? (YASA_Leo Ale)