VCA – MURID SEKOLAH RIMBA MUMUGU

Foro Bersama Murid dan Guru Sekolah Rimba

Sejumlah guru-guru, komite sekolah dan anak-anak sekolah rimba turut berpartisipasi dalam sosialisasi internal program voice for just climate action (VCA) di Kampung Mumugu Dua, Kab. Asmat, Papua (Selasa, 6/9/2021). Sosialisasi tersebut sebagai upaya pengenalan program VCA terutama masalah perubahan iklim melalui dunia pendidikan. Sekolah dipandang sebagai sebuah komponen dalam masyarakat yang cukup strategis untuk sebuah proses edukasi lingkungan dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim yang terjadi. Sekolah rimba di Mumugu Dua harapanya dengan seluruh komponem yang ada didalamnya untuk terlibat dalam program ini.

Kepala sekolah Rimba, Kampung Mumugu Dua, Yohanes Igo Kelen menjelaskan bahwa lingkungan atau alam menjadi ruang belajar dan laboratorium bagi anak didik. “diharapkan setiap murid sekolah rimba memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, sosial budaya dan ekologis” Lebih lanjut sosialisasi program VCA ini juga dilakukan bersama masyarakat setempat dan ortang tua murid sekolah rimba, di Jew, Kampung Mumugu Dua. Sosialisasi bersama masyarakat ingin melihat pemahaman bersama tentang pelibatan orang tua dalam mendukung pendidikan lingkungan berbasis kearifan lokal dalam konteks adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Pertemuan Bersama Orang Tua Murid di Jew Mumugu Dua

“Perubahan iklim ini juga terjadi di Mumugu seperti curah hujan yang tinggi, musim cari makan mengalami pergeseran atau tidak menentu.  Maka program VCA ini adalah mencoba membantu mempersiapkan masyarakat pada umumnya dan anak-anak pada khususnya dalam membangun aksi adaptasi terhadap perubahan iklim” jelasanya.

Salah satu orang tua murid sekolah rimba yang hadir dalam sosialisasi ini, Musliman menyambut baik dengan kehadiran program ini. Menurutnya masyarakat tidak persoalkan segala kegiatan yang ada disekolah, orang tua ikut terlibat untuk mendukung proses yang penting bagi pembelajaran disekolah seperti memperbaiki jalan yang rusak dan membersihkan halaman sekolah; “banyak papan yang hilang; jembatan harus diperbaiki dengan melibatkan orang tua dan ini sebagai perwujutan tanggung jawab orang tua terhadap sekolah dan anaknya yang sedang bersekolah. Untuk mengerjakan jembatan ini harus dengan gotong royong” tegasnya.

Murid-murid Sekolah Rimba Sedang Belajar