Sejumlah Tokoh Adat Turut Terlibat dalam Pengakuan HAKI Suku Asmat

Sejumlah para tokoh adat yang tergabung dalam Lembaga Musyawarah Adat Asmat (LMAA) dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) turut berpartisipasi dalam focus froup discussion (FGD) pengakuan hak kekayaan intelektual masyarakat adat Asmat, Kab Asmat, Papua di Gedung Aula Keuskupan Agats (Sabtu, 18/09/2021). Focus group discussion ini adalah salah satu bagian dari program voice for just climate action (VCA) di Kabupaten Asmat tentang pengakuan hak kekayaan intelektual. Program ini mengacu pada esensi seni dan budaya masyarakat adat suku Asmat yang mesti dilindungi dan dilestarikan.

Pegiat seni budaya dan kordinator Program Hak Kekayaan Intelektual suku Asmat, Jhon Ohoiwirin menjelaskan bahwa pelibatan tokoh masyarakat adat dalam kegiatan ini sebagai usaha untuk merencanakan proses pengakuan hak kekayaan intelektual masyarakat adat suku Asmat terutama di Rumpun Pomar Sirau, Distrik Sawa Erma. Lebih lanjut ia menyampaikan LMAA dan LMA daerah Asmat dilihat sebagai lembaga adat yang mempunyai legitimasi dan memiliki kapasitas untuk mendukung dan menyuarakan eksitensi seni budaya suku Asmat.

John Ohoiwirin menambahkan penting sekali kita semua untuk memahami bahwa project HAKI bukan hanya soal menerbitkan produk hukumnya, tetapi harapan besarnya adalah dampak postif tentang perkembangan seni budaya suku Asmat. “harapan besar adalah adanya perilaku positif ditingkat tapak/basis ketika project HAKI ini dilaksanakan dan memiliki dampak perubahan terhadap seni budaya Asmat. kita dapat membangun jejaring dan kerjasama dengan semua mitra potensial khususnya LMAA dan LMA dalam proses pengakuan dan perlindungan hak kekayaan intelektual masyarakat adat Asmat, selain itu kita juga ingin mengetahui tanggapan dan reaksi dari masyarakat adat Asmat melalui LMAA dan LMA” ungkapnya Pada kesempatan yang sama Ketua LMAA, David Jimanipits yang mewakili masyarakat adat Suku Asmat menyambut baik dan mendukung program HAKI dengan memberi kesempatan kepada YASA untuk memulainya. Ia juga mengharapkan untuk tidak terburu-buru hanya untuk pencapaian target dari program tersebut, tetapi perlu melihat dengan cermat tentang apa saja yang penting dan dibutuhkan dalam kepengurusan HAKI bagi budaya Asmat. Secara eksplisit ia menyampaikan “kami dari LMAA tetap siap dan mendukung tim dari YASA dalam membantu kami mengurus kepemilikan HAKI atas nilai-nilai budaya Asmat”. (Upit_YASA)