YASA Merilis Data Pelayanan Kusta Tahun 2014 – 2020


Untuk data pasien HIV/AIDS di Asmat periode 2014-2020 klik di bawah ini.


Evaluasi Pelayanan Kusta Yayasan Alfons Suwada Asmat
Tahun 2014 – 2020

  1. Jumlah Pasien
    a. Mengikuti time series 2014 – 2020 kelihatan jumlah pasien yang berbeda pada setiap tahun. Pada tahun tertentu, jumlah pasien membengkak dan pada tahun tetentu menurun.
    b. Naik turunnya jumlah pasien disebabkan oleh :
  • Jumlah pasien bawaan dari tahun sebelumnya karena belum tuntas minum obat
  • Adanya pasien baru dalam tahun berjalan
  • Pasien yang RFT pada tahun sebelumnya
  • Pasien yang DO / mati
    c. Tahun 2018 jumlah pasien berkurang, namun di tahun 2019 jumlah itu naik/membengkak. Membengkaknya jumlah pasien dikarena adanya temuan pasien baru di beberapa kampung (Karbis, Daikot, Wagabus).
  1. Jenis Kelamin
    a. Berdasarkan jenis kelamin, data memperlihatkan tren jumlah pasien laki-laki jauh lebih banyak disbanding perempuan.
    b. Kaum laki-laki lebih banyak menderita kusta disebabkan oleh : pola relasi, komunikasi, dinamika dan mobilitas juga tingkat imunitas (kekebalan seluler) pada kaum laki-laki lebih rendah. Dapat dipastikan juga pola konsumsi dan gizi dan hegenitas kaum laki-laki yang rendah.
  2. Kelompok Usia
    a. Kelompok yang paling besar terpar kusta adalah kaum Dewasa dibandingkan anak-anak. Kelompok orang Dewasa dihitung dari usia 16 tahun keatas.
    b. Mengapa orang dewasa lebih rentan? Jawabannya tidak jauh dari jawaban 2.b.
  3. Type Kusta
    a. Data merekam mayoritas pasien menderita kusta tipe MB (kusta basa).
    b. Type MB mengindikasikan bahwa kondisi pasien lebih berat/parah. Hal ini berdasarkan penegakan diognosa (menegakan cardinal sign) dan lebih pasti berdasarkan pemeriksaan BTA dengan menghitung luas Lapang Pandang bakteri lepra.
    c. Selain jumalah bercak yang mati rasa, MB makin pasti ketika pasien ditemukan memiliki nodul, ulkus, skiting, amputasi dan cacat fisik lainnya.
    d. Banyaknya pasien MB mendikasikan tingkat endemic bakteri lepra dan paranya kondisi pasien yang telah digerogoti oleh bakteri.
    e. Selain itu mangatakan kepada kita tingkat kerentatan atau lemahnya daya tahan tubuh pasien yang memungkinkan mudahnya seseorang terkena kusta bahkan menjadi cacat.
  4. Pasien lanjutan
    a. Pasien lanjut adalah pasien yang sedang menjalani MDT tahun sebelumnya yang belum sempat RFT. Pasien bersangkutan akan melajutkan MDT dalam tahun berjalan sampai jumlah blister tutas sesuai dosis dan standar.
    b. Jumlah pasien berbeda tagantung pada jumlah pasien lanjutan pada tahun sebelumnya masih harus melanjutkan MDT dan pasien baru yang ditemukan. Sebagai contoh : Pasien tahun 2014 yang tercacat di bulan sebanyak 51 orang. Semua pasien ini belum selasai minum obat dan harus dilanjutkan di tahun 2015. Di awal tahun 2015 kita mencacat pasien lanjutan 2014 yang menjadi beban di 2015 sebanyak 51 org. Dalam perjalan 2015, ditemukan pasien baru lagi. Disisi lain mungkin ada juga pasien yang RFT dalam tahun 2015. Di akhir tahun (desember) 2015 kita akan menghitung beberapa jumlah pasien yang masih DMT dan yang sudah RFT. Jumlah yang masih MDT akan dilanjutkan ke tahun 2016 dan seterusnya.
  5. Pasien Baru
    a. Semua pasien yang ditemukan baru dalam tahun berjalan diluar pasien bawaan tahun sebelumnya.
    b. Jumlah temuan baru mengindikasikan beberap hal : tingkat ingkubasi dari kusta, keberhasilan penanggulangan kusta, tingkat kerentananan kondisi kesehatan, ekonomi dan social (kegagalan pembangunan – perubahan social)
  6. Droop Out (DO)
    a. Pasien yang dikeluarkan dari data pasien kusta
    b. Pasien dikeluargakan bukan karena RFT melainkan : mangkir / menghilang dan tidak mau menjalani pengobatan lagi, pasien meninggal dunia.
  7. Releave From Treatment (RFT)
    a. Pasien yang secara medis selesai MDT sesuai standar WHO.
    b. RFT menunjukan tingkat kepatuhan, kerjasama dan tanggungjawab pasien – petugas dalam penanggulangan kusta khususnya MDT rutin.
    c. RFT menunjukan tingkat kesadaran pasien dan tanggungjawab pada tata kelola sakit penyakit – kesehatan pribadi, keluarga dan masyarakat.
    d. RFT mengindikasikan tingkat keberhasilan program dan kerja dari team dan Lembaga di tengah basis.
  8. Data real dan beban pelayanan
    a. Data real adalah jumlah pasien bagi name dan kondisinya serta tritmentnya.
    b. Beban pelayanan adalah jumlah keseluruhan dari pasien yang dilayani setiap tahun.
  9. Kerja sama Pelayanan Kusta di Asmat dijalankan bersama oleh Keuskupan Agats Asmat melalui Yayasan Alfons Suwada Asmat dan Pemerintah Kabupaten Asmat secara teknis Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat. Kemitraan Keuskupan Agats dan Pemerintah Asmat dituangkan diperkuat dalam MoU penanggulangan kusta di Asmat. Sejauh ini, kerja sama itu berjalan baik sehingga pelayanan dilapangan pun membuahkan hasil dan dampak yang baik. Hasil dan dampak itu secara khusus untuk para penderita kusta sendiri, keuluraga dan masyarakat, para pihak yang terlibat (mitra).