WWF & YASA : Membangun Mimpi Bersama Sekolah Rimba Batas Batu


Sekolah  Rimba  di Mumugu II -  Batas  Batu Kabupaten  Asmat    mendapat  kunjungan istimewah  dari  tim WWF Indonesia (Jakarta dan Jayapura) pada  tanggal  25 April 2021. Kedatangan  tim  disambut  dengan hangat  oleh anggota  komunitas masyarakat  adat Mumugu – Batas Batu dalam alunan tifa dan tarian di  depan  Jew  dan berarak menuju kompleks sekolah  Rimba – khususnya di pendopo rumah pelayanan. 
Para tamu yang sudah kelelahan dan kelaparan karena perjalan panjang dan dipanggang oleh teriknya matahari, langsung diajak santap siang dan setelah itu berbincang dengan masyarakat dan para guru Sekolah Rimba. Perbincangan bersama dipandu oleh P. Hendrikus Hada,Pr - direktur  Yayasan Alfons Suwada Asmat (YASA). Perbincangan diawali dengan Informasi dari kepada Kepala  Sekolah  Rimba (Yohanes Igo Kelen). Kepala sekolah menyampaikan latar belakang sekolah Rimba,  Visi - Misi serta program Sekolah  Rimba yang sedang dilaksanakan  dan pengembangan   ke depannya.
Merespon perjalanan dan pengalaman serta apa yang disampaikan oleh Kepala Sekolah Rimba, CO WWF Indonesia (Pa Diky Simorangkir) mengucapkan terima kasih  atas antusias  masyarakat  dalam menjemput serta bincang bersama yang berlangsung penuh keramahan dan kekeluargaan. Sebagai CO WWF Indonesia, beliau menyampaikan komitment WWF mendukung seluruh kerja sama  dan program yang akan dijalankan di sekolah Rimba maupun kegiatan yang melibatkan masyarakat di tempat ini.  
Mengakhiri  acara  dialog  ini, kepala  suku  Batas Batu (Daniel Menja)  mengalungkan  sebuah  noken Asmat (Mumugu) dan mengenakan  hiasan  kepala  (facin)  kepada pa Diky. Pemberian noken dan facin sebagai  symbol penerimaan  dan penghargaan masyarakat kepada  tim WWF Indonesia yang telah mengunjungi komunitas mereka.  Melengkapi perbincangan, team WWF dipandu oleh kepala sekolah dan guru pendamping Sr.M. Helga, PRR mengunjungi  lokasi, kantor dan pondok-pondok pembelajaran serta hasil karya seni anak-anak. 
Harapan besar dibalik kunjungan ini adalah mimpi-mimpi besar masyarakat, gereja dan WWF melalui Sekolah Rimba, dapat menjadi suatu kenyataan dikemudian hari. Hal itu hanya akan terjadi sejauh semua pihak membangun mimpi itu bersama. (Hans Kelen – YASA). 

Team WWF Berbincang Bersama Masyarakat dan Guru-guru Sekolah Rimba
CO WWF Indonesia (Diky Simorangkir) Mengunjungi Lokasi Sekolah Rimba.